Kita Seperti Kata
Kita Seperti Kata
oleh Sulaiman Djaya
Kita selalu kesulitan untuk mengemukakan kata yang
tepat
saat ingin berbicara, dan karenanya puisi ada.
Kita juga seringkali ingin berdamai dengan keindahan
dan karenanya kita ingin menyimak nada dalam bahasa.
Kita sesekali ingin akrab dengan burung-burung yang
berlesatan
ketika merasa bosan dan kesepian di dalam rumah,
memandang langit selepas hujan –seakan kita ingin
tinggal di sana.
Sesungguhnya kita selalu ingin menggambar dunia
Dengan kata-kata yang ada di dalam diri kita. Kau
menulis
dan membaca apa yang juga kutulis dan kubaca
dengan dan dari kata-kata yang sama, meski
menghasilkan gambar
dan dunia yang berbeda –dan karenanya keindahan pun ada.
Engkau menulis dan bicara tentang cinta dan kesepian,
aku pun demikian. Kita tinggal di rumah yang sama
dengan pintu-pintu dan jendela-jendela lembab dan
lengang
namun usia kita tak pernah sama ketika memahaminya.
(2005)
________
Penulis
Sulaiman Djaya lahir di Serang, Banten. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di Koran Tempo, Majalah Sastra Horison, Indo Pos, Pikiran Rakyat, Media Indonesia, Majalah TRUST, Majalah AND, Majalah Sastra Kandaga Kantor Bahasa Banten, Rakyat Sumbar, Majalah Sastra Pusat, Jurnal Sajak, Tabloid Kaibon, Radar Banten, Kabar Banten, Banten Raya, Tangsel Pos, Majalah Banten Muda, Tabloid Cikal, Tabloid Ruang Rekonstruksi, Harian Siantar, Change Magazine, Banten Pos, Banten News, basabasi.co, biem.co, buruan.co, Dakwah NU, Satelit News, liputan9, simalaba, Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan lain-lain. Buku puisi tunggalnya Mazmur Musim Sunyi diterbitkan oleh Kubah Budaya pada tahun 2013. Esai dan puisinya tergabung dalam beberapa Antologi, yakni Memasak Nasi Goreng Tanpa Nasi (Antologi Esai Pemenang Sayembara Kritik Sastra DKJ 2013), Antologi Puisi Indonesia-Malaysia, Berjalan ke Utara (Antologi Puisi Mengenang Wan Anwar), Tuah Tara No Ate (Antologi Cerpen dan Puisi Temu Sastra IV di Ternate, Maluku Utara Tahun 2011), Sauk Seloko (Bunga Rampai Puisi Pertemuan Penyair Nusantara VI di Jambi Tahun 2012), Kota, Kata, Kita: 44 Karya Para Pemenang Lomba Cipta Cerpen dan Puisi 2019, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dan Yayasan Hari Puisi, Antologi Puisi ‘NUN’ Yayasan Hari Puisi Indonesia 2015, Yang Tampil Beda Setelah Chairil Anwar - Antologi Puisi Yayasan Hari Puisi Indonesia 2016, dan lain-lain. Kerapkali menjadi pemateri dan narasumber di forum-forum dan acara-acara kebudayaan, kesusastraan dan keagamaan di Banten dan luar Banten.
