XN0MXo6FztPvgPHwqRh1aqX6QVjY7mI3LZnn6QSB
Bookmark

Puisi-puisi Siswandi Suwarsa, S.H.


PETI KECEWA 

Karya: Siswandi Suwarsa, S.H.


Kusimpan kisah kita di peti kecewa,

Rapi.


Angin datang,

Membukanya diam-diam.


Kertas-kertas kita terbang,

Menabrak langit,

Lalu jatuh.


Dipungut mulut-mulut lapar,

Dikunyah menjadi cerita.


Kertasnya hancur.

Tapi lukamu padaku,

Hidup.


Semarang, 5 Oktober 2026


SAJAK KABUT DAN LELAKI ITU

Karya: Siswandi Suwarsa, S.H.


Bukit terjal itu meradang dalam diam,

Pendakianku sesak, dijerat kabut yang menyedihkan,

Tak perlu lagi kuhitung sisa penantian,

Senja hitam telah selesai mengisahkan.


Lihatlah, bagaimana kabut turun menghapus bukit,

Saat air mataku kuseka dengan jemari yang bergetar,

Perlahan kebenaran itu terkuak sedikit demi sedikit,

Hingga tubuh ini gemetar, tak lagi bisa bersandar.


Pandanganku terhalang kabut di dalam hati,

Aku tak sanggup lagi melihat dirimu,

Rasaku telah mati, terkubur di sepi,

Sebab saat terang merekah, kulihat lelaki itu memelukmu.


Wahai bukit, jadilah saksi bisu atas janji yang telah karam,

Biarlah kabutmu abadi, menyimpan tanyaku yang tak pernah terjawab.


Semarang, 5 Oktober 2026


RELAKAN DIA PERGI

Karya: Siswandi Suwarsa, S.H.


Wahai galau, dengarkanlah,

Aku tidak akan mabuk oleh lukamu,

Aku hanya akan meracik:


Segelas kata-kata indah

Ditambah sedikit kerja keras,

Untuk menuangkannya menjadi bait-bait puisi,

Lalu kupersembahkan pada dia yang membuat gundah,

Agar dibaca.


Bila pun ia tak peduli juga,

Akhirnya kita harus belajar ikhlas,

Untuk berani mengatakan dengan lantang:

"Memang kita tidak berjodoh."


Relakan dia pergi,

Bersama sesak yang telah lama menyesak di hati.


Semarang, 5 Oktober 2026


Biodata Penulis:

Siswandi Suwarsa, S.H. Penulis asal Semarang. Sahabat SMA N 1 Batang.

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar